Skip to main content
Si Ipung

follow us

Segera berlangganan !! Akan hadir video dan tutorial menarik dari siipung.com dengan cara Subscribe ke youtube, klik Siipung Channel

×

Prinsip desain grafis wajib diketahui desainer grafis

Halo kali ini siipung.com akan membahas tentang desain grafis yaitu prinsip desain. Ingin Berkarir di Dunia Desain Grafis? Berikut Prinsip Utama dan Prinsip Dasar Desain yang Wajib Kamu Ketahui

Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi visual yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kita sering menjumpainya dalam bentuk gambar di internet, majalah, poster-poster yang terpajang di papan pengumuman kampus atau di taman kota, dan masih banyak lagi.

Bahkan saking dekatnya dengan kehidupan kita, banyak orang yang menjadikan desain grafis sebagai hobi dan panggilan jiwa.

Membuat desain merupakan sebuah aktivitas yang menyenangkan. Oleh karena itu, tidak heran jika ada banyak orang yang ingin berkarir di dunia desain grafis karena keahlian ini sangat dihargai dan pekerjaannya pun sangat mengasyikkan. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Jika kamu ingin menjadi graphic designer profesional, kamu perlu mengetahui prinsip-prinsip dalam desain yang akan membuat desainmu menjadi lebih menarik, komunikatif, dan tentunya disukai oleh klien.

Sama halnya dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna yang membuat tubuh menjadi sehat, desain yang sehat juga memiliki 4 prinsip utama dan 5 prinsip dasar. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk scroll ke bawah.


Prinsip Desain - Apa sih Itu?

Sebelum kita membahas apa saja prinsip utama dan prinsip dasar desain, kita perlu tahu dulu apa pengertian prinsip desain. Sama halnya dengan manusia yang semakin berkualitas jika memiliki prinsip diri, desain grafis juga merupakan sebuah rule yang perlu kamu ikuti untuk menghasikan desain yang bagus.

Singkatnya, prinsip desain ini merepresentasikan bagaimana seorang desainer menggunakan elemen-elemen desain untuk menciptakan efek dan menyampaikan pesan yang ingin dia sampaikan. Untuk mewujudkan prinsip desain ini, kita perlu mengenali 6 elemen utama dalam desain, yaitu garis, bentuk, tekstur, ruang, ukuran, dan warna.

Yuk kita simak juga pengertiannya satu per satu.

Ada juga artikel Kategori desain grafis , baca juga ya


1. Garis (Line)

Garis adalah elemen desain yang berupa gabungan dari satu titik dengan titik lainnya yang membentuk sebuah garis dengan bentuk lurus maupun lengkung.

Garis ini memiliki berbagai tipe, seperti gariz horizontal, vertikal, diagonal, lengkung S, zig-zag, spiral, dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu elemen terpenting dalam desain, garis juga memiliki fungsi mengarahkan mata pembaca untuk melihat suatu objek tertentu.


2. Bentuk (Shape)

Jika garis adalah gabungan dari satu titik dengan titik lainnya, bentuk merupakan gabungan dari garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki tinggi, lebar, dan diameter.

Bentuk ini merupakan sebuah objek dua dimensi yang dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata. Contoh bentuk adalah kotak, segitiga, lingkaran, gambar rumah, simbol keagamaan dan lain-lain.


3. Tekstur (Texture)

Tekstur adalah sebuah visualisasi permukaan yang jika merupakan benda nyata dapat dinilai dengan cara dilihat dan diraba.

Dalam desain, tekstur ini juga dapat berbentuk corak atau pattern misalnya tekstur kayu, kulit manusia, dan lain-lain. Dengan adanya tekstur, gambar dapat menjadi lebih tegas atau menimbulkan suatu emosi tertentu.


4. Ruang

Ruang adalah jarak yang memisahkan suatu benda dengan benda lainnya.

Dalam dunia desain, ruang ini terbagi menjadi dua unsur, yaitu objek dan latar belakang. Ruang ini sangat penting untuk menyampaikan suatu informasi visual, mana objek yang harus dilihat lebih dulu, apa pesan utama dari sebuah gambar, dan lain-lain.


5. Ukuran

Ukuran adalah besar atau kecilnya suatu benda. Dengan elemen desain yang satu ini, kamu bisa menciptakan penekanan pada suatu objek desain yang ingin ditonjolkan.

Selain itu, ukuran juga dapat digunakan untuk menciptakan kontras antar unsur dalam sebuah desain.


6. Warna

Warna adalah elemen terpenting dalam komunikasi visual. Terdapat dua jenis warna, yaitu warna yang timbul karena sinar (RGB/additive color) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK/substractive color).

Dalam desain grafis, warna sering dihadirkan untuk membangkitkan ketertarikan pembaca. Oleh karena itu, permainan warna dalam desain grafis adalah hal yang sangat penting yang memerlukan skill tinggi dari desainernya.


4 Prinsip Utama Desain, Kamu Wajib Tahu

Nah, setelah mengetahui apa saja elemen-elemen dalam desain dan mengapa prinsip desain itu penting untuk diikuti, sekarang mari kita bahas mengenai empat prinsip utama dalam desain yang perlu kamu ketahui. Berikut penjelasannya.

Jangan dilewatkan apa saja unsur unsur desain itu


1. Ruang Kosong (White Space)

Desain yang menarik bukanlah desain yang terlalu penuh. Oleh karena itu, adanya ruang kosong pada suatu grafis adalah hal yang sangat penting, sehingga orang yang menjadi audiens desain kita dapat fokus kepada suatu elemen dalam desain.

Ruang kosong ini terkadang juga disebut dengan istilah negative space.


2. Kejelasan (Clarity)

Kejelasan ini penting sekali supaya penafsiran terhadap suatu karya menjadi tepat dan tidak bermakna ganda.

Misalnya untuk mempromosikan sebuah brand bernama Apple, maka bentuk logo yang dibuat haruslah berbentuk seperti apel dan tidak menyerupai jeruk, sehingga audiens dapat langsung mengerti bentuk apa yang sedang dilihatnya.


3. Kesederhanaan (Simplicity)

Yang dimaksud dari kesederhanaan atau simplicity adalah penciptaan karya yang tidak berlebihan, tidak lebih dan tidak kurang, sehingga audiens tidak akan bosan melihat karya kita karena desain tersebut disampaikan secara efektif.

Misalnya daripada bergaya dengan menggunakan terlalu banyak font dalam satu desain, lebih baik menggunakan satu atau dua font yang terlihat serasi saja, kan?


4. Emphasis (Point of Interest)

Emphasis adalah penekanan terhadap salah satu elemen tertentu, membuat elemen tersebut terlihat lebih menonjol karena merupakan bagian utama yang berisi pesan utama yang ingin disampaikan. Penonjolan ini dapat berupa bentuk yang mencolok atau warna yang berbeda.


5 Prinsip Dasar Desain yang Harus Kamu Ketahui

Selain empat prinsip utama yang telah dibahas sebelumnya, untuk membuat desain yang komunikatif, ada lima prinsip dasar desain yang perlu kamu terapkan. Lima prinsip desain itu adalah kesatuan, keseimbangan, proporsi, irama, dan dominasi. Berikut penjelasannya.


1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan yang dimaksud adalah kesatuan antara warna, arah pergerakan unsur dalam desain, dan lain-lain yang membuat suatu karya menjadi enak dipandang.

Namun, kesatuan yang ada dalam desain haruslah pas, karena terlalu menyatu, desain akan tampak membosankan, tetapi jika tidak ada kesatuan sama sekali, desain akan terlihat berantakan.


2. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah elemen yang penting dalam dunia desain grafis karena dengan adanya keseimbangan, desain yang kamu buat akan terlihat enak dipandang.

Ada tiga jenis keseimbangan yang perlu kamu tahu, yaitu keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris, dan keseimbangan radial. Yuk kita bahas satu per satu.

Symmetrical Balance (Keseimbangan Simetris)

Keseimbangan ini tercipta dari penyusunan elemen-elemen yang berat secara simetris, misalnya dengan menempatkannya dalam satu garis. Contohnya adalah desain buku yang berjajar-jajar rapi berdasarkan ukurannya dalam sebuah rak.

Asymmetrical Balance (Keseimbangan Asimetris)

Berbeda dengan keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris didapatkan dengan cara menempatkan objek-objek yang kontras, misalnya satu lingkaran besar, dengan lingkaran-lingkaran yang lebih kecil di sekitarnya.

Radial Balance (Keseimbangan Radial)

Keseimbangan radial ini didapatkan dengan menempatkan unsur-unsur ke dalam titik sentral. Misalnya adalah gambar berbentuk lingkaran seperti obat nyamuk. Gambar dengan keseimbangan radial biasanya sangat menarik perhatian.


3. Proporsi (Proportion)

Proporsi adalah keserasian perbandingan elemen-elemen dalam sebuah desain. Biasanya jika seorang desainer berhasil menghadirkan keseimbangan dalam karyanya, maka proporsi akan muncul secara natural.

Misalnya ketika membuat desain sebuah pohon, maka dibutuhkan proporsi yang pas antara ukuran batang dan ukuran daunnya bukan? Selain itu, perbandingan warna-warna yang dimunculkan pun perlu dihadirkan dengan serasi.


4. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan berkesinambungan.

Misalnya ketika membuat gambar ombak laut, maka kita harus membuat pengulangan gerak sehingga efek gelombang ombak pun dapat tercipta. Pengulangan ini perlu dilakukan secara konsisten dengan variasi, sehingga desain dapat terlihat lebih halus.

Meski sama-sama dimunculkan melalui pengulangan gerak, irama atau ritme ini berbeda dengan pola karena pola membutuhkan konsistensi, sedangkan ritme membutuhkan variasi.


5. Dominasi (Domination)

Kita semua setuju bahwa desain yang bagus bukanlah desain yang mencampuradukkan semua warna ke dalam satu desain. Dominasi adalah unsur yang penting sekali sebagai penarik dan pusat perhatian dari suatu desain.


Kesalahan yang Paling Umum Dilakukan Desainer Grafis pemula

Semua orang awalnya merupakan seorang newbie, dan semua orang membuat kesalahan. Tetapi hanya sedikit yang belajar dan bisa menjadi profesional.

Ingin tahu kesalahan apa saja yang sering dilakukan oleh para pemula di bidang desain grafis ini?

Yuk kita intip.


1. Pemilihan Warna yang Salah

Salah satu hal yang paling penting yang akan berpengaruh pada bagus tidaknya desain yang kamu buat adalah penggunaan kombinasi warna yang tepat.

Banyak desainer pemula yang masih perlu belajar tentang kombinasi warna ini.

Aturannya cukup sederhana, warna harus eye-catching tetapi tidak menyolok, kontras harus pas, dan tidak mempersulit audiens untuk membaca teks jika ada teks yang dicantumkan dalam desain tersebut.

Pemilihan warna yang tidak pas dengan kontras yang kurang akan terasa tidak nyaman dipandang.


2. Kurangnya Ruang

Negative space atau ruang adalah prinsip utama yang penting. Salah satu yang membedakan desainer grafis pemula dan profesional adalah penggunaan ruang.

Jangan memandang ruang adalah bagian kosong yang tidak berguna jika tidak dimanfaatkan, tetapi lihatlah sebagai elemen untuk menonjolkan pesan dalam desain kamu.

Ruang ini akan meningkatkan readability dan membantu audiens untuk fokus pada elemen penting dalam desain kamu. Contoh pemanfaatan ruang yang bagus adalah logo Google.

Desainnya sederhana dengan pemanfaatan ruang yang pas, sehingga audiens akan langsung terfokus pada tulisan google.


3. Penggunaan Font yang Salah

Paham tentang pengunaan font adalah skill yang harus dimiliki oleh seorang graphic designer.

Sama halnya dengan bentuk dan elemen lain dalam desain, font juga dapat menyampaikan pesan yang sama dengan nuansa yang berbeda. Ada yang nuansanya elegan, romantis, tetapi ada juga yang formal atau bahkan seram.


4. Penggunaan Gambar Raster

Menggunakan gambar raster atau bitmap bukan hal yang salah dalam seni desain, hanya saja tidak tepat.

Karena gambar raster tersusun dari pixel-pixel, ketika diperbesar, gambarnya pun akan menjadi blur. Untuk membuat desain yang bersih, sebaiknya kamu menggunakan gambar vektor.


5. Desain yang Terlalu Simetris

Keseimbangan simetris memang penting, tetapi terlalu memaksakan desain untuk terlihat sempurna dengan bentuk yang simetris justru membuat desain kamu terlihat membosankan.

Jadi, lebih baik hindari kesimetrisan yang berlebihan dan tambahkan sedikit elemen asimetris untuk membuat karya yang lebih menarik dan eye-catching.


6. Lupa Menerapkan Hierarki Visual

Karena kamu perlu menampilkan sebuah pesan, hierarki visual adalah hal yang sangat penting. Audiens perlu digiring untuk melihat pesan utama terlebih dahulu dengan cara membuatnya menonjol dari segi bentuk, warna, dan lain-lain sesuai dengan prinsip desain.


Jadi, Bagaimana Sih Cara Menerapkan Prinsip Desain ?

Nah, itulah prinsip-prinsip dalam desain yang perlu kamu ketahui.

Pada bagian sebelumnya kamu juga sudah mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh graphic designer newbie karena tidak mematuhi prinsip-prinsip desain.

Sekarang, mari kita lihat contoh gambar dengan penerapan prinsip desain grafis yang bagus.

Image by Visme https://visme.co/blog/elements-principles-good-design/

Image by Malika Favre https://www.malikafavre.com/saint-augustine

Image by Danni Nov http://danninov.com/principles-of-design-rhythm/principles-of-design-rhythm-picture-principles-of-design-rhythm-examples/

Bagaimana menurut kamu? Setelah ini, kamu boleh banget melihat koleksi desain grafis buatanmu dan mulai melakukan analisis terhadap karya-karyamu sendiri.

Apakah karya-karyamu sudah memenuhi prinsip desain? Jika belum, bagian mana saja yang perlu ditingkatkan? Yuk share ceritamu di kolom komentar danjangan lupa bagikan artikel ini.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar